BEKASI- Hallo, Bekasinians! Bagi masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan jajanan es teh, karena hampir di setiap sudut kota orang-orang menjual es teh. Namun kali ini, telah viral di sosial media sebuah video yang menunjukkan jajanan es teh yang unik dan digemari warga, yakni es teh kobok.

Dinamakan es kobok karena proses pembuatannya seperti dikobok alias diaduk dengan gayung dan baskom berwadahkan ember ataupun tong. Karena namanya ‘es kobok’, banyak yang beranggapan bahwa pembuatan es teh tersebut tidak higienis. Namun, banyak pula yang beranggapan bahwa ‘es kobok’ ini hanyalah sekadar nama saja dan pembuatannya tetap higienis.

“Es kobok hanya penamaan saja. Sebetulnya, Almarhum yang punya usaha es teh ini kurang senang dengan penamaan es kobok, karena menimbulkan kesan yang jorok. Padahal pembuatan es ini benar-benar terjaga, higienis. Dari kematangan airnya dan juga kebersihan tempatnya,” ujar Eko dalam video youtube BangJali Vlog.

Penamaan es kobok ini mendadak viral karena ada salah satu pembeli yang update status di sosial medianya menamakan es tersebut dengan es kobok. Seiring berjalannya waktu, nama es kobok ini menjadi tenar. Akhirnya pemberian nama secara tak sengaja, es kobok, dijadikan nama tetap.

“Udahlah ditenarin namanya jadi es kobok. Sampai sekarangpun kita bikin seragam, es kobok namanya,” ujarnya.

Dari keterangan yang diberikan oleh Eko, usaha Es Teh Kobok ini sudah ada dalam waktu yang cukup lama. “Usaha ini dibuka sekitar tahun 1970-an dimulai dari bapak—owner—dan diteruskan oleh saya,” tuturnya.

Es Teh Kobok yang lagi viral ini berlokasi di Pondok Ungu, Medan Satria, tepatnya di samping SMK Mandiri dengan jam buka dari pukul 06.30 hingga 22.00 kurang lebih. Satu plastik es teh kobok diberi harga dua sampai tiga ribu rupiah saja. Kalau kamu ingin beli lebih, bisa kok! Kamu bisa membawa wadah pribadi untuk membeli es ini dengan harga berapapun.

 "Ada yang beli sepuluh ribu bawa tempatnya di termos gede, ada yang beli tiga ribu bawa tempat di teko, tetap dapat full es koboknya," jelasnya.

Kabarnya, penjualan es teh kobok ini bisa meraih omset yang besar hingga kepala tiga. “Omset keseluruhan tergantung cuaca. Kalau sehari, paling bagus bisa sampai kepala tiga-an lah,” ungkap Eko. Untuk penjualan setiap hari, normalnya untuk sehari bisa menghabiskan kurang lebih sekitar lima belas es balok.

So guys, penasaran gak nih dengan es teh kobok? Langsung aja yuk mampir ke Pondok Ungu, Bekasi!

 

Tonton video lengkapnya di sini.

Berita Terkait

Berlangganan