Bandung, bekasi24jam.com - Bulan Ramadhan menjadi momen berbagi keberkahan dan kebahagiaan kepada sesama manusia. Salah satunya yang dilakukan oleh para siswa-siswi SMKN 9 Kota Bandung.

Melalui program rantang siswa, mereka bekerjasama untuk membuat satu hidangan atau menu buka puasa lengkap dengan takjilnya untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Para siswa-siswi tersebut sangat antusias dan tak merasa repot dengan program rantang siswa ini. Apalagi di SMKN 9 Kota Bandung ada jurusan tata boga, sehingga para siswa-siswi tidak asing dengan memasak hingga menyajikan makanan.

Ketua Oasis SMKN 9 Kota Bandung Muhammad Rakha Purnama menyebut, jika kegiatan rantang siswa ini merupakan tahun kedua. Di mana tahun sebelumnya, kegiatan ini hanya dilakukan di rumah dan dibagikan kepada tetangga karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih merebak.

"Rantang siswa ini tahun kedua, kita nge bagiinnya di daerah sekolah. Kita membuat sendiri di dapur sekolah karena kita juga punya jurusan tata boga. Kita membagikan sendiri di daerah sekolah kepada yang membutuhkan seperti driver ojol, supir angkot dan lainnya," kata Rakha di Bandung, Selasa (19/4).

Sebanyak 100 box berhasil dihidangkan oleh para siswa-siswi SMKN 9 Kota Bandung ini. Mereka juga tak lupa untuk mementingkan gizi dari masakannya tersebut.

"Menunya komplit karena kita di tata boga juga mementingkan ilmu gizi yang tinggi pasti ada karbohidrat, vitamin dan proteinnya lengkap. Takjil nya ada karena kita sedang bulan puasa," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengapresiasi program rantang siswa yang melibatkan para pelajar di seluruh Jawa Barat. Dengan kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa gotong royong dan membantu sesama, apalagi di bulan yang penuh keberkahan ini.

Dirinya menjelaskan, rantang siswa ini merupakan program dimana para siswa-siswi menyisihkan rezekinya untuk berbagi kepada sesama. Selain itu, mereka juga harus meluangkan waktunya untuk memasak dan menghidangkan satu menu makanan yang lengkap dengan gizi di dalamnya.

"Kita lakukan seperti tahun kemarin, anak didik/pelajar ada yang masak sendiri, ada yang mereka patungan untuk berbagi lewat kelompok oasis atau yang lainnya," jelasnya.

Target untuk tahun ini, sebanyak 1,2 juta rantang siswa akan dibagikan kepada seluruh masyarakat di Jabar yang membutuhkan. Kegiatan mulia ini juga akan mengguncang jagat dunia maya, agar masyarakat lainnya bisa mengikuti kegiatan serupa ini yang nantinya akan menjadi budaya dalam berbuat kebaikan.

"Target tahun kemarin mencapai 634 ribu meski kita targetnya di 88 ribu. Insha allah kita sudah melakukan maping kepada seluruh pelajar sampai ke tingkat pelajar pertama bahkan ke sekolah dasar, itu target tahun ini bisa mencapai 1,2 juta rantang siswa yang akan dibagikan kepada seluruh masyarakat di Jabar. Setelah itu mereka akan melakukan penyebaran informasi untuk mengabarkan budaya baik ke beberapa medsos termasuk ke instagram nya masing-masing" tegasnya.

Di samping itu, dalam kegiatan rantang siswa ini juga sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak hanya bergantung kepada minyak goreng ketika membuat hidangan makanan. 

"Kebanyakan siswa-siswi akan melakukan kegiatan rantang siswa ini justru mencoba mengolah bahan makanan lain yang mereka tidak menggunakan minyak goreng. Itu juga upaya kita untuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa makanan yang tidak menggunakan minyak pun bisa lebih sehat," pungkasnya.

Berita Terkait

Berlangganan