Cerita Pria Paruh Baya Berjuang Demi Kebutuhan Hidup dari Berdagang Koran di Bekasi. Foto : Iwan / bekasi24jam.

BEKASI - Parno (60), seorang penjual koran di Jalan Perjuangan, Bekasi Timur, Kota Bekasi, tiap harinya terus berharap agar dagangannya habis terjual. 

Ketika ditemui bekasi24jam.com, Parno menceritakan, dalam waktu sehari Ia memajang 27 eksemplar koran harian dari lima macam media di lapak yang terletak persis depan sebuah apotek. Jika habis terjual, Ia hanya mendapatkan keuntungan Rp. 17 ribu. Itupun kalau habis, apabila tidak Ia hanya bisa menghela nafas panjang.

"Namanya dagang seminggu hanya satu atau dua kali habis dalam sehari. Kalau tidak ya, saya bawa pulang. Nanti dikumpulin kemudian dijual perkilogramnya Rp. 8 ribu," kata Parno, Selasa (28/9/21) pagi.

Sambil menata koran dagangannya, Ia mengatakan, pendapatannya mulai turun sejak internet menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Ditambah lagi, adanya pandemi Covid-19. 

"Yang beli itu orang yang mau berangkat kerja naik kereta dan pengendara yang lewat. Kemarin itu sempat Stasiun sepi karena katanya dibatasi jumlah penumpangnya. Secara langsung juga berdampak ke saya. Biasanya ada yang sering beli, tapi kok gak ada pas jaman covid gini. Nah sekarang buat nyari uang untuk sarapan saja sudah susah, bingung mau beli apa karena dagangan belum banyak terjual," lanjut Parno.

Pria kelahiran Jogjakarta itu menyebut pada 34 lalu sempat menyicipi kenikmatan berdagang koran. Kala itu, koran yang dibawa bisa mencapai 200 eksemplar lebih. Keuntungan yang dihasilkan bisa mencukupi kebutuhan harian rumah tangganya dan mengirimkan uang untuk orang tuanya di kampung halaman.

"Teman-teman saya yang sempat dagang koran sekarang ada yang usaha warung di rumah. Terus ada yang jadi ojek online. Kalau saya terkendala modal dan faktor usia. Yang saya bisa kerjakan saat ini hanya berdagang koran," tuturnya.

Kini dengan penghasilan yang didapat, Ia harus pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari, membayar kontrakan dan membantu istri yang sedang mengalami sakit struk.

"Saya mengontrak. Istri saya sakit struk sudah 1,5 tahun. Sekarang istri saya dirawat sama anak saya di wilayah Cakung," lanjutnya.

Berita Terkait

Terbaru

Berlangganan