Seorang pekerja percetakan diamankan Polsek Pondok Gede lantaran membuka jasa pembuatan kartu vaksin palsu (21/9/21). MSL

BEKASI - Seorang pekerja percetakan berinisial DH yang membuka jasa pembuatan kartu sertifikat vaksin palsu terancam 6 tahun penjara.

Kapolsek Pondok Gede, Kompol Puji Hardi mengatakan, pelaku dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

“Pelaku dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, dan diancam hukuman 6 tahun penjara,” katanya saat mengungkap kasus tersebut, Selasa (21/9/21) petang.

Hardi menjelaskan, tersangka ditangkap di rumahnya di Kelurahan Jatimurni, Pondok Melati, Kota Bekasi, dengan barang bukti sejumlah alat pencetak kartu vaksin.

“Ini tentu berawal dari laporan masyarakat, kita kembangkan. Didapat kepada tersangka ini di rumahnya memproduksi kartu vaksin,” katanya

Dari hasil penyelidikan, lanjut Hardi, tersangka mengaku telah mencetak 8 kartu sertifikat vaksin palsu dalam satu bulan terakhir.

Hardi menjelaskan, awalnya tersangka hanya membuka pembuatan kartu sertifikat vaksin kepada warga yang sudah divaksin.

Namun karna tingginya permintaan, tersangka akhirnya menawarkan pembuatan kartu sertifikat vaksin kepada warga yang belum divaksin.

“Tentu berdasarkan penawaran kepada masyarakat melalui wa (WhatsApp) tersangka ini,” ujarnya.

Dari pengakuannya kepada polisi, tersangka menjual kartu sertifikas vaksin tersebut seharga 50 ribu hingga 100 ribu rupiah perkartu vaksin. (MSL)

Berita Terkait

Terbaru

Berlangganan