Kebakaran Depo bangunan di Bekasi. Foto: Istimewa
BEKASI - Kebakaran yang melanda Depo Bangunan di Bekasi menimbulkan kerugian sekitar Rp 1 Miliar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Aceng Solahudin. Dia menjelaskan, kebakaran itu menyebabkan perlengkapan rumah tangga yang ada di Depo Bangunan yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi tersebut rusak berat. "Kerugian kurang lebih Rp 1 Miliar," kata Aceng melalui keterangan tertulisnya, Minggu (12/9/2021). Lebih lanjut, dirinya menerangkan, bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.30 WIB. Kemudian, pihaknya menerjunkan hingga 14 unit armada pemadam kebakaran Kota Bekasi ditambah 2 unit armada dari Kabupaten Bekasi. "Selesai penanganan sekitar pukul 02.30 WIB (Minggu 12 September 2021)," katanya. Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Depo Bangunan di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (11/9/2021) malam. Api melumat bagian lantai 2 dari bangunan yang berada tepat di depan Kantor Disdukcapil Kota Bekasi itu Warga setempat, Deni (43) mengatakan, dia sempat melihat asap sekitar pukul 21.30 WIB dari lantai 2 gedung tempat penjualan bahan bangunan itu. "Awalnya saya lihat asap kecil dari pojok (sisi kiri bangunan) bagian atas, tapi tiba-tiba api langsung membesar," kata Deni di lokasi kejadian. Sesaat kemudian, personel Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman Si Jago Merah yang mengamuk di lantai 2 bangunan tersebut. "Saya juga sempat mendengar ledakan beberapa kali dari arah depo," tambah Deni. Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab kebakaran bangunan lantai 2 seluas sekitar 1.000 meter persegi itu. Kendati demikian, Aceng memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. "Tidak ada korban jiwa dan korban luka-luka maupun yang mengungsi dari kebakaran yang terjadi di Depo Bangunan," kata Aceng.

Berita Terkait

Terbaru

Berlangganan