Ilustrasi Vaksinasi Covid-19.

BEKASI - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda mengatakan, guru yang belum dosis kedua dan sama sekali mendapatkan vaksin covid-19 tersisa 6.697 orang. 

Disebutnya, alasan guru yang belum sama sekali divaksin covid-19 lantaran beberapa faktor. Diantaranya, memiliki penyakit penyerta yang dibuktikan dengan surat rekomendasi dari dokter. 

"Kemudian penyintas covid-19 lantaran harus menunggu tiga bulan dan sedang hamil," terang Carwinda dikutip dari laman bekasikab.go.id oleh bekasi24jam, Kamis (2/9/21).

"Untuk guru yang belum divaksin ini sedang kita diskusikan, ada dua kemungkinkan apakah diperbolehkan mengajar secara langsung (tatap muka) dengan cara wajib di swab antigen terlebih dahulu hingga diperbolehkan menerima vaksinasi atau hanya secara daring. Jadi ada dua kemungkinan dan itu sedang kita bahas," lanjutnya.

Meski begitu, pencapaian vaksin pada kategori itu telah lebih 80 persen. Jumlah guru yang telah divaksin covid-19 berjumlah 22.756 orang. 

"Vaksin untuk guru dan tenaga pendidik menjadi syarat dan kita sudah 83 persen. Artinya Kabupaten Bekasi sudah siap melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas,” kata Carwinda.

Diketahui, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang melaksanakan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021, sekolah di daerah yang melaksanakan PPKM Level 3 sudah diizinkan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Berita Terkait

Terbaru

Berlangganan