ILUSTRASI

CIKARANG - Tilang elektronik atau Elektronik Traffic Law Enforcment (ETLE) di Kabupaten Bekasi rencana mulai diterapkan perdana pada 17 Maret 2021. Sebagai langkah awal penerapannya akan berlangsung di simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC), Cikarang Utara.

Lalu pelanggaran lalu lintas apa saja yang dikenakan sanksi tilang elektronik?

"Pelanggaran lalu lintas yang dikenakan sanksi tilang elektronik antaralain pelanggaran marka jalan, rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan helm dan tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga menggunakan telepon genggam saat mengemudi," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan, dikutip bekasi24jam.com dari unggahan instagram @humaspolrestrobekasi, Jumat (12/3/21).

Proses penilangan akan dilakukan beberapa tahap. Pertama, pelanggar terekam CCTV. Kemudian TMC Polres Metro Bekasi memverifikasi jenis pelanggaran. Selanjutnya, bukti pelanggaran dibuatkan surat tilang dan dikirim ke alamat pemilik kendaraan. Terakhir, denda tilang bisa dibayarkan lewat ATM, Internet banking, atau langsung datang ke Bank yang tertera pada lembar surat tilang.

Sementara denda tilang akan diberikan sesuai jenis pelanggaran lalu lintas. Bagi pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman (mobil) dan tidak menggunakan helm (motor) maka akan dikenakan denda sebesar Rp. 250 ribu. Hal lain akan dikenakan denda Rp. 500 ribu jika pengendara melanggar rambu-rambu marka jalan, dan menerobos lampu merah. Sedangkan bagi yang ketangkap kamera menggunakan telepon genggam saat mengemudi akan dikenakan denda Rp. 750 ribu.

"Semoga dengan adanya ETLE (tilang elektronik) ini, tingkat pelanggaran lalu lintas menurun, dan angka kecelakaan juga bisa ditekan," ungkap Hendra. (STW/B24J)

Berita Terkait

Terbaru

Berlangganan