BEKASI 24 JAM

Salah Satu Dokter Peserta Rapid Test Kecewa, Ini Jawaban Wali Kota Bekasi

BEKASI - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjawab soal kekecewaan yang dikemukakan wanita berinisial W, salah satu dokter di rumah sakit swasta, Rabu (25/3/20) Kemarin. 

Rahmat menjelaskan, rapid test yang berlangsung kemarin di Stadion Patriot itu diperuntukan untuk tenaga medis sekaligus simulasi. Menurutnya, alat rapid test yang diberikan itu berbeda sehingga tenaga medis diperlukan penyesuaian. 

"Dan ini saya jelaskan kemarin saya mendengar melihat ada dr. W yang teriak, kemarin itu kan kita lagi simulasi kita lagi latihan karena konsep awal rapid test itu di brosurnya menyatakan bahwa ambil darahnya harus dari vena (pembuluh darah). Pak Gubernur menyampaikan pakai kapiler. Nah diputuskan setelah rapat rumah sakit umum dan swasta kita ambil dari sini (menunjuk pembuluh darah)," kata pria yang akriab disapa Pepen, di Stadion Patriot Candrabagha, Kamis (26/3/20).

"Kan drivetrhue itu belum diputuskan itu gagasan kita. Saat kita melakukan yang terbaik. Loh sekarang kalau saya gak kumpulkan simulasi antara tim analis yang ambil darah dengan tim kesehatan kan gak mungkin bisa dilakukan. Tapi itu kan jaraknya satu meter-satu meter saya bikin kalau pagi-pagi mereka masih bergerombol mungkin iya karena instruksinya belum tepat. setelah itu kan nyaman enak alhamdulillah," tambahnya.

Lebih lanjut, terkait ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD). Pepen menyebut, telah memiliki seribu APD dan telah diberikan ke Rumah Sakit Swasta yang ada di Kota Bekasi. 

"Apd kita ada seribu kok. bahkan Rumah Sakit Swasta mulai kita bagikan sekarang. Saya baru dari Rumah Sakit Medika Bantargebang melihat kesiapan Rumah Sakit tipe c dua ruang isolasi khusus," ungkapnya.

Sebelumnya,  Salah seorang dokter berinisial W yang merupakan peserta rapid test covid-19 mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku tidak menyangka rapid test covid-19 tidak menggunakan sistem drive thru seperti yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Jadi waktu saya masuk, saya benar-benar jujur saya kecewa sama sitem yang dilakukan sama Dinkes Kota Bekasi. Ini namanya mengumpulkan massa, yang saya harapkan yang di koordinasikan sebelum saya datang itu dikatakan bahwa sistemnya driver thru, tapi ternyata pas saya sampai di lokasi saya lihat massa di kumpulkan sebegitu banyak tanpa APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap," kata Dokter W usai melakukan rapid test covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (25/3/20).

Ia menceritakan, kondisi ini berbanding terbalik dengan anjuran pemerintah yang menyarankan untuk 'social distancing' dan tidak berkumpul dalam keramaian. 

"Jujur saya benar-benar kecewa banget, Pak Ridwan (Kamil) kami ini bagaimana pak, kok mengumpulkan massa, bukannya anjuran pemerintah itu tidak boleh mengumpulkan massa, karena ini semuanya tenaga medis. Kami semua beresiko menularkan. Satu aja yang positif, otomatis semua di stadion hari ini yang datang kemungkinan bisa positif corona," lanjutnya.

Baca Juga:

TERKINI

Vaksinasi Covid-19 Gratis Plus Bertabur Kejutan Hadiah dari Yamaha, Mau Ikutan?

BEKASI - PT. Yamaha Indonesia Motor (MFG) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar vaksinasi covid- [...]

Sensasi Influencer Cantik Naik Maxi Yamaha Touring ke Parang Gombong

BEKASI - Public Figure sekaligus , Angela Lorenza menjalani touring ke Parang Gombong, Purwakarta, Minggu (27/6/21). [...]

Perhatian! Jalan Tol Layang MBZ Ditutup Sementara

BEKASI - PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) menutup sementara Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Penu [...]

Lomba Menarik Selama PPKM Darurat, Asah Kreativitas Anak Dengan Kaleng Susu Steril Tujuh Kurma

BEKASI - Susu Steril Tujuh Kurma bersama Himpinan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPUADI) Kota Bekasi dan Bogor menggelar [...]

Terobosan Baru Kota Jababeka, Hadirkan Hunian Konsep Keraton Jawa di Cikarang

CIKARANG - Kota Jababeka Cikarang hadirkan hunian dengan konsep unik. Pengembang smart township dan terlengkap di tim [...]

Pecah Rekor! Sehari 34 Jenazah Dimakamkan Protokol Covid-19 di TPU Padurenan

BEKASI - Dalam waktu satu hari, sebanyak 34 jenazah dimakamkan dengan protokol covid-19 di TPU Padurenan, Kota Bekasi [...]

Sinar Mas Land Hadirkan Hunian O8 Perfect Home di Grand Wisata, Simak Keunggulannya

BEKASI - Sinar Mas Land menghadirkan produk residensial terbarunya, yakni O8 Perfect Home di kawasan [...]

Warga 'Ngeluh' Jembatan Graha Prima Tambun Belum Diperbaiki

BEKASI - Kondisi jembatan di Perumahan Graha Prima, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (21/6/21) dikeluhkan warg [...]

4000 Warga Kota Bekasi Telah Terima Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion Patriot

BEKASI - Sebanyak 4000 warga telah menerima vaksin covid-19 saat program vaksinasi massal di St [...]

Proban Motoparts Capai 100 Outlet

BEKASI - Jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah, PT. Proban Otsburg Trisakti, Proban Motoparts kini [...]