BEKASI 24 JAM

Dilema Calon Pengantin Ditengah Wabah Corona, Menunda Resepsi Pernikahan Hingga Siapkan Handsinitizer

BEKASI - Ditengah wabah virus covid-19 (corona) membuat sejumlah calon pasangan pengantin di Bekasi, Jawa Barat, menjadi dilema. Belakangan, Pemerintah Kota Bekasi menyarankan agar masyarakat yang hendak mengadakan resepsi pernikahan untuk ditunda, agar mencegah penyebaran virus corona ditengah masyarakat.

Dean Pahrevi misalnya. pria berusia 25 tahun itu akan menjalani pernikahan pada awal April 2020. Ia bersama pasangan memilih untuk menunda momen tersebut. Meskipun segala keperluan resepsi pernikahan telah dipersiapkan.

"Persiapannya sebenarnya sampai H-14 hari ini sudah 95 persen lah, tinggal nyebar undangan saja, sama cek ulang apa yg kurang. Alasan kami dan keluarga kenapa menunda resepsi ya karena wabah covid-19 di Indonesia khususnya di Jawa Barat dan DKI yang sudah sangat mengkhawatirkan, itu alasan utama kami," kata pria yang tinggal di Bojong Rawalumbu itu, Sabtu (21/3/20).

Dean menambahkan, pelaksanaan akad nikah dipastikan tetap berlangsung sesuai tanggal yang ditentukan. Diakuinya, akad nikah tidak harus mengghadirkan orang banyak.

"Kalau akad nikah tetap berjalan. Kemungkinan yang datang cuma keluarga inti saja. Alhamdulillah kedua belah pihak keluarga sama-sama setuju agar resepsi diundur karena apabila tetap dilaksanakan, yang kami khawatirkan justru pasca resepsi. Kami tidak akan tahu kondisi tamu-tamu kami setelah datang di acara resepsi kami. Karena virus ini menular begitu cepat, saya kira langkah yang baik untuk mencegah hal yang tidak diinginkan adalah menunda resepsi ini," lanjut Dean.

Cerita berbeda diberikan oleh Dilla Lucia. Ia tetap menjalani acara pernikahan ditengah wabah virus corona. Bukan tak peduli dengan himbauan pencegahan virus corona. Akan tetapi, dirinya dan pasangan telah mempersiapkan segala keperluan pernikahan telah 100 persen.

"Saya pribadi bingung mau jawab apa. 
Tapi keputusan yang dibuat oleh Pemkot Bekasi itu bagus ya ka. Karena bisa mengurangi angka resiko penularan Covid-19 yang lagi di alami di negri kita ini. 
Tapi untuk yang sudah persiapan hampir 100% seperti saya ini, mau ga mau harus tetap di laksanakan," kata Dilla kepada bekasi24jam.com, melalui pesan singkat instagram, Sabtu (21/3/20).

Diungkapnya, beberapa antisipasi penyebaran virus corona saat pernikahan yang akan dilaksanakan pada 28 Maret 2020 itu, dengan menyediakan cairan antiseptik atau handsanitizer. Hal itu rela dipersiapkan meski saat ini harga handsanitizer terbilang tinggi di pasaran.

"Harus dong, untuk kesehatan kita semua. 
Uang bisa di cari ka, tapi kesehatan nomor satu menurut saya," ungkapnya.

Tak hanya itu, dalam acara pernikahan nanti direncanakan menggunakan salam hamaste. Cara ini dinilai dapat mengurangi kontak langsung dengan para tamu yang akan hadir di acara pernikahannya.

"Lagi mempelajari salam namaste yang lagi viral juga ka," pungkasnya.

Baca Juga:

TERKINI

Tim Sigap Siaga Bencana Yonif Mekanis 202 Bantu Evakuasi dan Distribusi Bantuan Korban Banjir Pebayuran

BEKASI - Sebanyak dua tim sigap siaga bencana dari Yonif Mekanis 202 Tajimalela membantu evakuasi warga terdampak ban [...]

Resmi Daftar Caketum KADIN Kota Bekasi, Muhammad Gunawan : Berkat Dorongan Para Pengusaha

BEKASI - Pengusaha nasional, Muhammad Gunawan memantapkan dirinya maju sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) Kama [...]

Bupati Bukan Jadi Orang Pertama Penerima Vaksin Sinovac di Kabupaten Bekasi, Kenapa?

CIKARANG - Bupati Bekasi, Eka Supriatmaja bukan jadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 sinovac pada hari pe [...]

Akibat Obat Nyamuk, Ruko di Bekasi Utara Terbakar

BEKASI - Sebuah ruko yang menjual perlatan rumah tangga terbakar di Perum Telaga Mas, Blok I, No [...]

Super Ceramic Pilih Bekasi Sebagai Gerai Pertama di Indonesia

BEKASI - Jaringan ritel toko keramik dan bahan bangunan populer di Malaysia, Super Ceramic Tiles & Design [...]

Libur Akhir Tahun, Catat Ini 5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Bekasi

BEKASI – Ada apa dengan Bekasi? Mungkin sebagian besar dari kamu sudah tak asing lagi dengan kota satu i [...]

Tiga Pos Damkar Baru di Kabupaten Bekasi Diusulkan, Mana Saja Lokasinya?

BEKASI - Tiga pos Pemadam Kebakaran (Damkar) diusulkan untuk dibangun pada tahun 2021. Hal itu dinilai untuk m [...]

Intip Perkembangan Tol Cibitung-Cilincing

BEKASI - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebut progres pembangunan Tol JORR 2 secara keseluruhan mencapai 8 [...]

Lagi Patah Hati? Ini Tiga Jurus Anti Galau

BEKASI – Perjalanan cinta tak selamanya berjalan mulus. Terkadang ada saja batu ganjala [...]

Ingat! Ada Pemadaman Listrik Senin 23 November 2020, Cek Lokasinya

BEKASI - PT. Perusahan Listrik Negara (PLN) UP3 Bekasi akan mekakukan pemeliharaan listrik yang berdampak terhadap pe [...]