ilustrasi pencurian/bekasi24jam.com

SETU - Caung (38) pelaku pencurian di Pondok Pesantren Quran Terpadu Mimbar Hufazh, Kampung Lubang Buaya, RT 2 RW 7, Setu, dihadiahi timah panas oleh polisi. Pasalnya, saat ditangkap pelaku mencoba melawan dan berusaha melarikan diri.

Kapolsek Setu, AKP Wahid Key mengatakan, penangkapan pelaku berlangsung di Kampung Rawa Banteng, Desa Mekarwangi, Cikarang Barat pada 6 September 2019 lalu. 

"Petugas Polsek Setu dan Tim Kobra Polrestro bekasi sedang melakukan operasi melintas di rumah pelaku dan sempat melihat pelaku menggunakan tablet di depan rumahnya," kata Wahid, Rabu (11/9/19).

Menurutnya, petugas menaruh curiga dengan tablet yang digunakan pelaku lantaran serupa dengan milik korban di Ponpes. Untuk itu, petugas melakukan pendalaman keseharian pelaku.

"Saat ditangkap pelaku mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku," tuturnya.

"Pelaku mengambil barang milik korban yakni tas warna hitam, laptop, tablet dan uang tunai senilai Rp.40 juta," lanjutnya.

Dari data pihak kepolisian, pelaku merupakan residivis selama dua kali. Pada tahun 2012 pelaku dijerat empat tahun penjara karena kasus begal, dan tahun 2015 pelaku mendekam sembilan bulan penjara akibat kasus pencurian.

"Untuk kasus ini pelaku kita kenakan Pasal 363 KUHP tentang kasus pecurian dengan pemberatan," pungkasnya.

Berita Terkait

Terbaru

Berlangganan